1. Tugas Sistem Informasi Manajemen-Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc(CS)-UTT Triwulan II)
  2. Nama: Noviyanti Elizabeth- P056101481.46-Reguler.46)

Kasus:

Peran Teknologi Informasi Dalam Bisnis kecil pada Sew what,Inc

Apakah yang menjadi kesamaan Madonna, Sting, Elton John? Selain menjadi bintang rock internasional, mereka juga menggunakan rancangan teater yang diproduksi oleh pembuat gorden Sew What,Inc. Berlokasi di Rango Dominguez, California, Sew What,Inc. menyediakan kustom drama dari horden dan kain untuk panggung, konser, fashion show, dan acara khusus di seluruh dunia yang telah menjadi pemimpin industri dalam panggung rock and roll.

Didirikan pada tahun 1992 oleh kebangsaan Australia, Megan Duckett, Sew What berkembang dari sebuah dapur kecil mungil dan operasi garasi hingga menjadi perusahaan yang bernilai jutaan dollar, terima kasih kepada Duckett’s yang telah melakukan pendekatan terhadap kepuasan pelanggan. “Ketika saya melihat permasalahan. Saya tidak mau mundur. Saya menemukan cara untuk mengatasinya dan saya menggunakan setiap orang yang saya kenal untuk membantu saya,”katanya.

Apakah yang menjadikan sebuah bisnis bagi seorang wanita yang dimulai dari dapur dan berkembang menjadi perusahaan bernilai jutaan dollar dengan 35 pekerja?Atribut yang menjadi kunci sukses bagi seorang Megan Duckett dimulai dari kesuksesan kerja keras, kualitas pengerjaan, dan terutama teknologi informasi.

Sew What dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang besar, dimana pada akhir tahun 2006 penjualan per tahun mencapai $4. Presiden perusahaan kredit Duckett menyatakan banyak perusahaan tumbuh pesat karena kemampuannya dalam memanfaatkan teknologi informasi dan internet mampu meningkatkan penjualan. “Sebelum kami memasang website perusahaan, sewwhatinc.com , bisnis kami hanya untuk lokal,” kata Duckett. “ Namun setelah website kami publish selama tiga tahun, saat ini kami memiliki klien hampir diseluruh dunia. Kenyataannya, tahun lalu pendapatan kami bertumbuh 45% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya, dan pada tahun ini target kami telah berada di 65% dibandingkan penjualan tahun 2005. Dan semua penjualan ini berasal dari penjualan dari web.”

Walaupun perusahaan website menjadi inti dalam mengelola bisnis situs membawa banyak dampa di balik layar. Secara khusus, Duckett bergantung pada infrastruktur teknologi informasi yang membantu perusahaan supaya berjalan dengan lancer.”Kami adalah perusahaan customer centric” catatan Duckett. “ Hal ini menjadi hal yang penting karena kami memiliki teknologi informasi back-office yang sangat baik dalam mengelola bisnis dan memberikan pelayanan pengiriman kepada pelanggan kami.”

Sebagian besar bisnis yang dijalankan Sew What dengan perusahaan Instuit’s Quick Books dan Wholesale Edition Software dan Microsoft’s Windows Server dengan sistem operasi yang terpasang sebanyak 869 server pada Dell PowerEdge, yang didukung dengan prosesor Intel Xeon dengan kapasitas penyimpanan disk 146 GB. Menurut Duckett, “Menjalankan bisnis membutuhkan banyak penyimpanan. Selain membutuhkan informasi pelanggan dan operasional vital dan file keuangan QuickBooks, kami membutuhkan jutaan ribu penyimpanan file gambar gorden dan kain, dokumen file, dan jenis data yang lain.” Komputer pendukung tambahan Sew What didukung 500 server Dell PowerEdge yang didedikasikan untuk aplikasi lebih kecil dengan berbagai sistem PC Dell desktop bagi karywan.

Sew What dimulai pada tahun 1992 sebagai usaha paruh waktu, dimana Duckett menjahit dan memotong kain di atas meja dapurnya. Dia mulai penuh waktu pada tahun 1997 dan didirikan pada tahun 1998. Teknologi memainkan peran yang penting dalam menjalankan keberhasilan bisnis rumah kecil apalagi saat dia kehilangan kontrak yang besar. Klien potensial mengatakan tanpa website, perusahaannya “Tidak memiliki kredibilitas.” Sebelum kehilangan kontrak, saya berpikir,” saya menjalankan bisnis menjahit, kerajinan pondok. Saya tidak membutuhkan website.” Katanya. Duckett mengakui dia agak sombong, terutama karena bisnisnya tumbuh cukup baik yang dipromosikan dari mulut ke mulut. “ Saya cepat belajar d ari kesalahan dan berpikir. Kamu tidak bisa memiliki sikap seperti itu dan bertahan,” pengakuannya.

Kehilangan kontrak yang berketepatan dengan periode pertumbuhan lemah terjadi pada tahun 2001 dan 2002. Dimana saat itu Duckett meutuskan untuk menggunakan teknologi. Penggunaan Microsoft Publisher, yang dirancang dan dibangunnya pada situs website sendiri. “Kamu mencari hal-hal  dan belajar bagaimana melakukannya sendiri ketika budget tipis,”pengakuannya,

Duckett tetap bekerja untuk meningkatkan situs dan membuatnya semakin bagus bagi pelanggannya. Setahun kemudian, dia merasa bahwa situsnya membutuhkan sesuatu yang baru, dia mendaftarkan diri selama 10 minggu untuk kursus di Dreamweaver dan membangun kembali situsnya secara lengkap. Namun perbaikan website membantu Sew What tumbuh menjadi perusahaan dengan konsumen diseluruh dunia dan daftar klien termasuk bintang rock internasional, Gucci, dan majalah Rolling Stone.

Pada tahun 2005, Duckett memutuskan untuk mengembangkan navigasi situsnya karena “Saya mau itu menyediakan pelayanan konsumen yang benar-benar bagus, Dimana hal ini berada diluar kemampuan saya, sehingga kami menyewa konsultan perusahaan pemasaran web untuk membangun sistem navigasi kustom pada situs.”

Dia bekerja dengan menyewa senjata untuk branding, optimasi mesin pencari, desain secara keseluruhan, dan situs layout. Duckett masih tetap menyediakan semua konten, termasuk gambar dan teks. Mereka juga memiliki situs dalam versi bahasa Spanyol, dan fitur pencarian termasuk varian ejaan bagi negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris. Sebagai contoh, kamu dapat mencari ejaan Amerika pada teater atau versi Australian dan Inggris.

Situs ini juga mengijinkan pelanggan potensial meninjau semua jenis kotak warna dan mengajar mereka bagaimana menghitung pengukuran proyek yang akurat; perbedaan antara samaran, penyiksaan, dan tirai perjalanan; perawatan yang tepat dan menyediakan berbagai jenis bahan kain; dan banyak lagi.

Ketika membaca situs Dell Web suatu hari, Duckett melihat sebuah artikel berita mengenai Penghargaan Dell/NFIB Bisnis Kecil yang Sangat Baik. Federasi Nasional Bisnis Mandiri (NFIB) dan Perusahaan Dell Inc. mempersembahkan hadiah tahunan untuk suatu usaha kecil dalam mengenali inovati yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan pengalaman konsumen. Pemenangnya akan menerima produk dan service dari Dell senilai $ 30.000, menjadi anggota NFIB seumur hidup dan kesempatan satu hari di kantor pusat Dell bersama dengan Michael Dell dan senior eksekutif lainnya.

“Deskripsi tentang bisnis yang mereka cari sesuai dengan Sew What?”. Duckett menyadari, “Semua yang mereka cari, saya udah memenuhinya, jadi saya putuskan untuk ikut. Suami saya (sekaligus mitra bisnis) menertawakan saya dan mengingatkan saya bahwa saya tidak akan memenangkan apapun.” Menulis esai untuk kontes menyebabkan Duckett merenungkan semua yang dia dan karyawannya capai selama bertahun-tahun. “Kami melihat ke belakang dan merasa sangat bangga terhadap diri kami. Hanya dengan prose situ sudah cukup untuk menggiatkan semua orang dalam rapat produksi mingguan.”

Juri kontes juga mengenali komitmen Megan Duckett untuk memuaskan konsumennya dan menggunakan teknologi informasi untuk kesuksesaan bisnis, sehingga mereka menganugrahkan penghargaan kepada Sew What? Penghargaan Bisnis Kecil yang Sangat Baik. Memenangkan penghargaan terbuki menjadi pengalaman yang sangat emosional. Melihat kemampuan dan pencapaian dari sembilan finalis lainnya, Duckett pikir Sew What hanya akan mencapai finalis 10 besar. “ saya tidak percaya bahwa sebuah perusahaan besar seperti Dell- sehingga kewirausahaan maju dalam berbagai cara- akan melihat perusahaan kecil dan mengenalinya.

Seperti pemilik bisnis kecil lainya, Duckett  menempatkan sejumlah besar energi fisil dan emosional dalam bekerja. “memenangkan penghargaan ini begitu menyanjung dalam tingkat pribadi,” katanya. Bisnis ini telah mendarah daging di setiap sel dalam tubuh saya, dan untuk memiliki seseorang yang mengatakan ‘kerja bagus’, di dalam bisnis kecil, tidak ada orang yang mengatakan itu padamu”.

Bahwa telah benar sebelumnya, tetapi kepemimpinan teknologi dan kesuksesan bisnis perusahaan Sew What? terus mendapat pengakuan. Pada Maret 2007, perusahaan ini menerima Penghargaan Stevie untuk Perempuan dalam Bisnis untuk “Perusahaan Paling Inovatif Tahun Ini” diantara mereka mencapai 100 karyawan. Beberapa bulan sebelumnya, Sew What? menerima Penghargaan SMB 20 dari Majalah PC, yang menghormati 20 teknologi paling inovatif –bisnis skala kecil maupun menengah (SMBs) setiap tahunnya. “Bisnis kecil dan menengah memimpin ekonomi saat ini.  Namun, seringkali mereka tidak mendapat perhatian dan pengakuan yang sepantasnya mereka terima.,” kata Pimpinan Editor Majalah PC, Jim Louderback. “kami ingin menyorot kerja keras, kepemimpinan teknologi dan semangat inovatif dari ribuan perusahaan bisnis kecil dan menengah di seluruh dunia.”

Duckett berencana menggunakan hadiah yang dimenangkannya untuk menambah sebuah sistem barcode  yang dapat melacak proses manufaktur dalam gudang perusahaan. Dalam bisnis kain, kain disimpan dalam gulungan di gudang dan bergerak dalam tahapan yang berbeda : penerimaan, pemotongan, penjahitan, pembentukan, dan sebagainya. Proses scaning/pemindaian akan memungkinkan tim Duckett untuk melacak berapa lama kain tetap dalam tahapan tertentu. data ini akan memberikan ide yang lebih baik mengenai biaya, yang kemudian akan membantu mereka menghasilkan daftar harga yang akurat.

Kita tidak perlu membayar satu setengah jam untuk pegawai jika hanya memotong yang membutuhkan waktu satu jam 15 menit.” catatan Duckett. Saat ini, perusahaan menggunakan sistem tulisan tanda tangan pada lembaran masuk dan keluar, dia mengatakan ini membutuhkan waktu terlalu lama dan memiliki banyak kesalahan. “ Sistem yang baru akan membiarkan kita melacak kemajuan pengiriman individu,” janjinya. “ Kami pastinya akan memberikan pelayanan yang lebih baik dengan memberikan pelayanan yang terbaru kepada konsumen.”

 

PEMBAHASAN

Bagaimana teknologi informasi berkontribusi dalam keberhasilan perusahaan Sew What?

 Teknologi informasi berkontribusi ditunjukkan dengan meningkatnya penjualan dari 45% hingga 65% dibandingkan penjualan tahun 2005, bertambahnya konsumen hingga mencapai seluruh dunia dan daftar klien termasuk bintang rock internasional, Gucci, dan majalah Rolling Stone. Selain itu, kritik dan saran dari klien yang potensial terhadap website yang dulu membuat perusahaan Sew What terus melakukan inovasi sisten teknologi informasinya, sehingga komitmen dalam memuaskan keinginan pelanggan dapat terpenuhi.

Jika anda sebagai konsultan manajemen perusahaan Sew What masukan       ide  apa yang anda berikan supaya perusahaan dapat berjalan dengan sukses?

     Masukan ide/usul yang akan saya berikan adalah  melakukan peralihan dari sistemproduksi massal menjadi pemanufakturan just in time (JIT) yang lebih customized, integrasi berbagai sistem fungsional (seperti produksi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia)1, baik secara internal maupun dengan mitra bisnis dan pelanggan; penerapan sistem pembayaran baru, seperti electronic cash; penguasaan sistem informasi dan teknologi mutakhir; dan penerapan sistem belajar dan pelatihan online. Salah satu tahapan yang harus dilakukan dalam kemajuan website Sew What seperti memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melacak status pesanan (contohnya FedEx dan jasa kurir lainnya) atau rekeningnya (seperti di Internet Banking berbagai bank nasional maupun internasional

     Bagaimakah penggunaan teknologi informasi dapat membantu bisnis kecil supaya dapat berjalan dengan lebih sukses?

Penggunaan teknologi informasi dapat membantu bisnis kecil seperti:

a.       Komunikasi

Internet digunakan sebagai media komunikasi dengan berbagai pihak. Misalnya di sini antaraUKM dengan supplier. Sebagai contoh UKM di bidang peternakan ayam. Pemiliknya bisa menggunakan e-mail kepada supplier pakan ternaknya misalnya untuk melakukan order atau sebaliknya pihak supplier yang melakukan komunikasi dengan UKM. Komunikasi disini bisa bermacam-macam, salah satu yang sudah dibahas tadi misalnya penggunaan e-mail.

b.      Promosi

Internet dapat digunakan sebagai sarana promosi jasa atau produk yang ditawarkan oleh UKM. Sebagai contoh misalnya UKM di bidang rent car (persewaan kendaraan) bisa mempromosikan jasanya melalui website atau juga melalui mailing list. Promosi melalui internet disini bisa dilakukan melalui berbagai cara yaitu:

a. Website, UKM bisa membuat website bagi jasa produk yang akan dijual dan masukkan website tersebut ke dalam search engine.

b. Mailing list, UKM bisa mengirimkan promosi jasa atau produk Anda dalam bentuk e-mail ke mailing list yang relevan dengan yang ditawarkan.

c. Chat, UKM bisa menggunakan sarana chatting untuk menawarkan produk atau jasa

c.       Riset

Fungsi lain dari internet yang tidak kalah pentingnya adalah untuk melakukan riset dan perbandingan. UKM harus memanfaatkan internet untuk riset agar bisa mengetahui seberapa jauh keunggulan produknya dibanding produk sejenis lain yang sudah ada. Fungsi riset disini juga bisa digunakan untuk mencari formula baru untuk memperkuat mutu dari produk atau jasa. Riset juga berguna untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan oleh kompetitor dengan produk yang sejenis.

KESIMPULAN

Teknologi informasi yang diterapkan perusahaan Sew What membantu perusahaan dalam meningkatkan pendapatan bisnis dari tahun ke tahun. Hal ini ditunjukkan dengan semakin bertambahnya pelanggan perusahaan hingga mencapai seluruh negara termasuk bintang rock Internasional. Adapun ide yang diberikan bagi perusahaan Sew What dalam pengembangan bisnis dengan melakukan peralihan dari sistem produksi massal menjadi pemanufakturan just in time (JIT) yang lebih customized, integrasi berbagai sistem fungsional, secara internal maupun maupun dengan mitra bisnis dan pelanggan. Dimana penggunaan teknologi informasi ini bagi bisnis kecil dapat dibantuk dalam hal komunikasi, promosi dan riset.

PEMASARAN STRATEGIK – Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham

Based on Lecture by Prof. Dr. Ir. H. Ujang Sumarwan, M.Sc

Marketing Class R-46

Master of Management Graduate Program of Management and Business

Bogor Agricultural University (Institut Pertanian Bogor-IPB), Indonesia

BUKU MERAH

Bab I:

Perusahaan besar dengan brand image yang sudah sangat menguasai pasar dapat mempengaruhi perilaku konsumen sesuai dengan produk yang ingin dipasarkan oleh perusahaan tersebut. Bagaimana suatu usaha baru dapat memasuki pasar yang perilaku konsumennya mudah dipengaruhi oleh perusahaan besar tersebut?

Jawaban:

Suatu usaha baru dapat memasuki pasar yang perilaku konsumen mudah dipengaruhi oleh perusahaan besar dengan cara memahami kebutuhan , selera, dan bagaimana mengambil keputusan konsumen sehingga perusahaan dapat memproduksi barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan.

Bab II:

Banyak kasus dimana konsumen mendapatkan produk yang salah atau kadaluarsa dan seolah-olah produsen tidak mempedulikan nilai pelanggannya. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sering berdebat dengan produsen untuk membela hak-hak konsumen, tapi justru Pemerintah lebih sering membela produsen yang mengeluarkan produk yang salah dan membahayakan konsumen. Bagaimana seharusnya tata hubungan antara pihak-pihak tersebut agar perlindungan terhadap konsumen benar-benar dapat diwujudkan nilai pelanggan terhadap produk-produk yang beredar di pasar mencapai titik yang optimal?

Jawaban :

Tata hubungan antara pihak produsen terhadap konsumen agar perlindungan konsumen dapat diiwujudkan dengan dibentuknya lembaga perlindungan konsumen yang berperan sebagai mediator antara konsumen dengan perusahaan atau lembaga pemerintah. Konsumen yang dirugikan oleh produk dan jasa, seringa mengadukan keluhannya kepada lembaga perlindungan atau menulis surat keluhan ke perusahaan atau media massa. Lembaga perlindungan tersebut nantinya akan menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, sehingga dapat diselesaikan dengan baik masalah keluhan tersebut.

Bab III:

Apa yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan sepatu terhadap suatu komunitas di suatu wilayah yang tidak seorangpun menggunakan sepatu dalam kehidupan sehari-harinya? Apakah perusahaan akan melanjutkan memasarkan sepatunya atau mencari target pasar baru yang komunitasnya sudah terbiasa bersepatu?

Jawaban:

Yang harus dilakukan suatu perusahaan adalah menentukan target pasarnya. Setelah itu, manjer menentukan market yang dilayani. Baik dalam unit sales maupun revenue sales terhadap hal-hal spesifik yang dihadapi perusahaan yaitu kompetitor, produk, saluran distribusi, wilayah geografis, pelanggan, dan waktu. Oleh karena itu, perusahaan mencari target baru yang komunitasnya sudah terbiasa bersepatu.

Bab IV:

Pangsa pasar bisa dihitung berdasarkan unit atau revenue. Mana yang lebih akurat digunakan untuk mengukur pangsa pasar mobil? (misal: 1 Mercedes dengan harga Rp1 M/unit dengan 4  Inova dengan harga Rp200 juta/unit. Berapa pangsa pasar Mercedes dan berapa pangsa pasar Inova, jika di pasar hanya tersedia mobil Mercedes dan mobil Inova?)

Jawaban:

Dalam menghitung pangsa pasar lebih akurat menggunakan revenue karena menggambarkan ukuran pangsa pasar yang dinyatakan sebagai persentase pendapatan perusahaan terhadap total pada pasar dimana perusahaan itu berada. Dimana dalam menghitung revenue terdapat unit yang dijual oleh perusahaan.

Bab V:

Untuk perusahaan yang baru berkembang di pasar, apa pertimbangan untuk penetrasi pasar, apakah merk atau produk (pasar)?

Jawaban:

Pertimbangan yang dilakukan untuk penetrasi pasar adalah produk(pasar) karena dari sini dapat diukur rasio customer yang telah membeli suatu produk dengan total populasi

Bab VI:

Jika harga jual yang diidentifikasikan di pasar ternyata hanya sedikit lebih tinggi dari harga pokok penjualannya (HPP), sehingga jika harus ditambah biaya pemasaran malah mengakibatkan perusahaan tidak untung atau rugi, apakah perusahaan tersebut tetap mengeluarkan biaya pemasaran untuk melakukan kegiatan pemasarannya?

Jawaban:

Perusahaan tetap melakukan pemasaran untuk mencapai efisiensi dari suatu aktivitas tanpa mengorbankan layanan kepada para customer perusahaan

Bab VII:

Jeep Toyota Hardtop adalah mobil Jeep yang memimpin pasar mobil Jeep pada masanya. Namun saat ini mobil tersebut sudah jarang terlihat dan lebih banyak digunakan di pegunungan seperti di Bromo. Jeep yang masih terlihat saat ini adalah dari Daihatsu (Taft) atau dari Suzuki (Katana). Apa yang menyebabkan Toyota Hardtop kalah bersaing dengan kedua jenis Jeep tersebut dan mengapa Toyota tidak mengeluarkan produk lanjutan dari Toyota Hardtop untuk menyaingi Daihatsu dan Suzuki?

Jawaban:

Yang menyebabkan Toyota Hardtop kalah bersaing dengan kedua jenis Jeep tersebut karena  Toyota tidak melakukan inovasi secara kontinu dalam memimpin industri mobil, dimana saat ini Toyota lebih mengembangkan ke jenis mobil keluarga. Selain itu mobil Daihatsu atau Suzuki menggunakan strategi frontal attack dengan menyamai produk, iklan, harga, dan distribusi pesaing.

Bab VIII:

Pasar ayam goreng siap saji dipenuhi oleh merk dari AS, seperti Kentucky, Texas atau California Fried Chicken. Apa yang menyebabkan merk ayam goreng lokal seperti ”Ayam Suharti”. ”Mbok Berek”, ”Wong Solo” dan yang lainnya tidak bisa berkembang di negara kita sendiri?

Jawaban:

Yang menyebabkan merk ayam goreng lokal tidak berkembang di negara sendiri karena:

  1. Perusahaan lokal seperti mbok berek memiliki kesadaran merek yang rendah sehingga lebih sulit memasuki pasar baru
  2. Reputasi kualitas yang rendah terhadap produk ayam goreng lokal
  3. Ingatan pelanggan yang rendah terhadap merek ayam goreng lokal

Bab IX:

Budaya penggunaan internet di Indonesia belum luas di seluruh masyarakat. Kalangan akademisi yang paling sering menggunakan internet dibandingkan praktisi bisnis. Apakah toko yang menjual produk melalui Internet di Indonesia mempunyai prospek yang menjanjikan? Apakah toko yang menjual produk melalui internet dapat mnggantikan peran toko yang menjual produk secara konvensional?

Jawaban:

Toko yang menjual produk melalui internet mempunyai prospek yang menjanjikan karena melalui internet memberikan peuang yang besar untuk mencapai konsumen, dimana dengan menggunakan internet semakin memudahkan konsumen dalam mencari produk yang diinginkan serta mengganti peran toko secara konvensional.

Bab X:

Iklan biasanya berisi informasi tentang produk yang ditawarkan, tetapi produk rokok dilarang mengiklankan informasi tentang rokok bahkan menginformasikan bahaya dari menghisap rokok. Bagaimanakah strategi perusahaan rokok dalam membuat iklan tentang produknya sehingga dipahami oleh konsumen yang menjadi targetnya?

Jawaban:

Strategi perusahaan rokok dalam membuat iklan pada umumnya dengan membawa permasalahan yang secara global terjadi di suatu masyarakat ataupun negara. Dalam iklan tersebut, unsur rokok disajikan secara implisit namun setiap konsumen dapat mengenal produk.

Bab XI:

Biaya iklan di televisi per satuan unitnya (biasanya detik) tidak sama tiap waktunya. Tarif pada saat prime time lebih mahal daripada waktu di luar prime time. Tarif saat malam belum tentu sama dengan tarif saat siang, tarif hari libur juga berbeda dengan tarif hari kerja. Faktor apa sajakah yang harus dipertimbangkan dalam memilih waktu yang tepat untuk mengiklankan produk di televisi?

Jawaban:

Faktor yang dipertimbangkan dalam memilih waktu yang tepat untuk beriklan adalah efektivitas waktu iklan sehingga dapat mencapai target pasar diperoleh melalui presentasi dari target konsumen yang didasarkan oleh pesan perusahaan.

Bab XII:

Strategi pemasaran akan menentukan kinerja pemasaran. Kinerja pemasaran dapat diukur dari pangsa pasar atau dari nilai keuntungan yang diperoleh. Bagi perusahaan yang memprioritaskan pada sustainability usaha, apakah ukuran kinerja yang tepat digunakan? Jelaskan alasannya.

Jawaban:

Ukuran kinerja yang tepat yaitu :

  1. Kecepatan pembelian produk baru yang merupakan panduan mengenai tingkat penerimaan produk baru oleh konsumen di suatu pasar, khususnya untuk produk-produk yang ditujukan oleh konsumen
  2. Dampak keuntungan menggambarkan kentungan yang dihasilkan dari pengeluaran perusahaan yang berhubungan dengan produk
  3. Harga mark-up dengan cara menambah sedikit diatas biaya
  4. Harga berdasarkan target pengembalian dimana perusahaan membuat keputusan investasi dengan memasukkan semua biaya dengan tingkat pengembalian tertentu
  5. Share of voice yaitu presentasi pengeluaran perusahaan untuk iklan total pengeluatan iklan dari produk, jasa, atau kategori di pasar
  6. Rasio pengeluaran iklan terhadap penjualan yang menggambarkan pengaruh iklan terhadap total penjualan perusahaan
  7. Jangkauan yaitu presentase jumlah orang yang menjadi target konsumen yang terjangkau oleh satu exposure iklan dalam periode tertentu.
  8. Frekuensi menggambarkan berapa kali rata0rata target konsumen terekspos ke iklan yang sama pada periode waktu tertentu
  9. Gross Rating Points adalah pengukura agregat jumlah total atau volume exposure iklan yang akan dihasilkan oleh media yang digunakan
  10. Cost per Gross Rating Point adalah pemilihan media yang akan digunakan namun dipengaruhi oleh anggaran yang tersedia
  11. Penjualan dengan hadiah
  12. Keuntungan promosi

Buku Hitam

PEMASARAN STRATEGIK – Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham

Based on Lecture by Prof. Dr. Ir. H. Ujang Sumarwan, M.Sc

Marketing Class R-46

Master of Management Graduate Program of Management and Business

Bogor Agricultural University (Institut Pertanian Bogor-IPB), Indonesia

BUKU HITAM

Bab I:

Apakah alasan-alasan dilakukannya product differensiation dan kapankah product differensiation harus dilakukan oleh suatu perusahaan?

Jawaban:

Alasan dilakukannya product differensiation karena adanya kebutuhan konsumen yang terus berbeda dimana konsumen lebih menyukai keanekaragaman varian produk. Dimana product differensiation bertujuan untuk menarik pelanggan dengan performa lebih baik dari produk-produk yang lain, dimulai dari differensiasi harga, kualitas, reabilitas, serta kinerja produk.

Product differensiation dilakukan saat target kebutuhan konsumen mengembang dan posisi produk pesaing menjadi superior.

Bab II:

Strategi penetapan harga dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu market-based pricing dan cost- based pricing. Kondisi yang bagaimana market-based pricing lebih tepat digunakan daripada cost- based pricing, dan kondisi yang bagaimana cost- based pricing lebih tepat digunakan daripada market-based pricing?

Jawaban:

Market based pricing digunakan pada kondisi:

–          Harga produk sebuah perusahaan lebih tinggi dibandingkan harga kompetitor, maka perusahaan harus berusaha menjadikan biaya pemilikannya lebih rendah dibandingkan kompetitor sehingga value in usenya lebih tinggi dibandingkan kompetitor dan pelanggan bisa menghemat.

–          Segmentasi produk yang ditujukan berbeda

–          Pasar berubah dimana seharusnya terjaga hubungan dengan pelanggan selama dan sekuat mungkin

–          Strategi positioning melalui penetapan harga

Market cost based pricing biasanya digunakan dalam bidang marketing karena pengetahuan yang lebih tinggi dan memiliki sikap market oriented yang lebih kuat. Pada market cost based pricing, harga ditentukan di pasar untuk menciptakan tingkat daya tarik

Bab III:

Apakah pola Multi Level Marketing  (MLM) lebih efektif diterapkan dibandingkan penggunaan saluran distribusi yang konvensional?

Jawaban:

Multi Level Marketing lebih efektif diterapkan karena dalam distribusi produknya tidak terlalu mahal dibandingkan saluran distribusi yang konvensional. Pada konvensional dipengaruhi oleh faktor tanah, bangunan, lokasi pennyuplai, kebutuhan infrastruktur IT, dan melihat saluran distribusi yang dikembangkan perusahaan.

Bab IV:

Faktor-faktor apakah yang perlu dipertimbangkan untuk menetapkan media promosi (pemasangan iklan) dalam kegiatan olah raga (dipasang dalam kaos tim yang sedang bertanding, memasang baliho di sekitar lapangan/arena pertandingan atau sebagai sponsor)?

Jawaban:

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menetapkan media promosi kegiatan olahraga dengan menggunakan fungsi hubungan masyarakat (public relation) dimana melalui program ini terkoordinasi dengan elemen promtional mix lainnya, sehingga kegiatan promosi dapat lebih efektif.

Bab V:

Pengukuran kinerja pemasaran berdasarkan akuntansi bersifat jangka pendek, sedangkan kinerja pemasaran sendiri lebih sering berdampak pada suatu periode yang lebih panjang. Bagaimana perusahaan mengukur efektivitas kinerja pemasaran dengan memperhatikan faktor-faktor yang dampaknya baru terlihat di masa datang?

Jawaban:

Perusahaan mengukur efektivitas kinerja pemasaran dengan pendekatan nilai (value-based marketing) dengan memfokuskan pemgembalian keuntungan yang sebaik mungkin kepada para pemegang saham selain itu marketing ROI (pengembalian atas investasi dari pemasaran) dengan pemikiran yang lebih matang-ukuran atau metriks yang lebih sensitif untuk mengukur kinerja, cara-cara yang lebih baik untuk mengoptimalikan hasil dari bisnis internal dan eksternal kepada para pemegang saham dan investor. Anggaran advertising saat ini menjadi petunjuk pengembalian keuntungan dari pengukuran pemasaran.

Bab VI:

Divestasi merupakan bagian dari bisnis yang tidak menambah nilai tambah, lalu bagaimana langkah tersebut dapat meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham?

Jawaban:

Langkah yang diambil untuk meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham yaitu mengambil strategi growth. Dimana untuk berkembang, perusahaan harus memiliki keunggulan kompetitif dan daya tarik pasar. Strategi untuk growth memiliki sembilan tahapan yaitu:

  1. Meningkatkan ingatan pelangggan
  2. Mengembangkan penguasaan pengeluaran konsumen
  3. Mendapatkan pelanggan baru
  4. Mengembangkan produk dan jasa baru
  5. Masuk ke dalam pasar baru
  6. Mengembangkan saluran distribusi baru
  7. Mengembangkan bisnis ke tingkat internasional
  8. Akuisisi dan aliansi
  9. Berkembang di luar batasan industri

Bab VII:

Strategi pemasaran harus diformulasikan pada tingkat unit bisnis karena manajer unit bisnis memiliki pengetahuan lebih detail mengenai perubahan kebutuhan konsumen. Di sisi lain, strategi biasanya merupakan langkah-langkah yang dipikirkan dan diperintahkan oleh manajer di kantor pusat. Bagaimanakah mengakomodasikan hal tersebut agar dihasilkan strategi pemasaran yang tepat?

Jawaban:

Cara mengakomodasi agar dihasilkan strategi pemasaran yang tepat antara manajer di kantor pusat dengan manajer unit bisnis yaitu proses bottom-up karena korpoeasi memiliki sedikit pengetahuan detail tentang pelanggan dan kompetitor untuk mengembangkan pilihan yang dapat dipraktekkan. Peranan korporasi sebagai katalis dan fasilitator.

Bab VIII:

Strategi diversifikasi pasar atau produk menghasilkan portofolio usaha suatu perusahaan. Bagaimanakah mengukur portofolio yang optimal bagi perusahaan?

Jawaban:

Cara mengukur portofolio yang optimal bagi perusahaan dengan melihat rencana strategis pasar ofensif atau defensif. Pertama, dengan mempertimbangkan sasaran atau tujuan kinerja, rencana strategi pasar ofensif yang cocok dapat mengantarkan untuk meraih kinerja di atas rata-rata dalam hal pertumbuhan penjualan, posisi pangsa, dan kinerja keuntungan jangka panjang. Rencana strategi pasar defensif sangat penting dalam melindungi posisi pangsa utama dalam menghasilkan kinerja keuntungan dalam jangka pendek, begitu juga untuk kontribusi keuntungan yang lama. Merencanakan strategi pasar yang memperhatikan keseimbangan antara strategi ofensif dan defensif untuk mendapatkan pendapatan objektif dalam waktu yang pendek dan keinginan investor untuk menginvestasikannya dalam bisnis dengan tujuan mellindungi strategi posisi yang penting.

Bab IX:

Market metrics merupakan ukuran dinamis untuk kinerja pasar. Ada dua jenis market metrics, yaitu Process Market Metrics yang berorientasi pada proses dan End Result Market Metrics yang berorientasi hasil akhir. Manakah dari kedua pendekatan tersebut yang lebih efektif digunakan untuk mengukur kinerja pasar?

Jawaban:

Yang lebih efektif digunakan untuk mengukur kinerja pasar dengan proses End Result Market Metrics. Karena proses ini mencakup pembagian pangsa pasar, retensi/kerentanan pelanggan, dan penerimaan yang diperoleh setiap pelanggan. Masing-masing metrik ini mucul secara simultan atau bersamaan dengan metrik kinerja finansial. Dimana, metrik kinerja hasil akhir (end-result performance metrics) menunjukkan bahwa bisnis tersebut sedang kehilangan pangsa pasar dalam pasar yang berkembang, dan angka kehilangan pelanggan tidak dapat tertutupi dengan jumlah pertumbuhan pelanggan baru dengan baik, mereka seharusnya merasa khawatir. Tanpa metrik pasar yang berorientasi pada hasil akhir, bisnis hanya memiliki ukuran internal atas kinerja yang dimiliki, bahkan bagi bisnis yang tidak kehilangan pangsa pasar, retensi (kerentanan) pelanggan memiliki dampak yang cukup kuat bagi kinerja finansial

Bab X:

Merk menjadi acuan perilaku sebagian besar konsumen Indonesia dalam banyak produk. Merk dengan nama asing memberi persepsi barang berkualitas karena seperti berasal dari luar negeri (barang impor). Apa yang seharusnya dapat dilakukan oleh pengrajin tas kulit di Tajur dan Tanggulangin atau pengrajin sepatu dari Cibaduyut  atau produsen garmen di Tangerang agar produk-produk buatan mereka dengan nama Indonesia dapat bersaing di pasar?

Jawaban:

Produk-produk buatan seperti tas kulit di Tajur dan Tanggulangin dapat bersaing di pasar maka yang harus dilakukan dengan cara memperkenalkan konsep persepsi merek terhdapa konsumen merek melalui simbol yang memiliki enam makna yaitu atribut, keuntungan fungsional dan emosional, nilai, budaya, kepribadian, dan pemakai. Dimana persepsi konsumen mengenai merek terdiri dari kesadaran merek dan brand image. Pada brand image kesuksesan merek yang di dapat dengan cara meberikan penawaran nilai lebih untuk konsumen dan perbedaan penawaran dari kompetitornya.

Bab XI:

Bogasari dengan berbagai merknya menguasai 70% pangsa pasar terigu di Indonesia. Mengapa Bogasari mengeluarkan berbagi merk untuk jenis dan kualitas produk yang hampir sama?

Jawaban:

Bogasari mengeluarkan berbagai merk untuk jenis dan kualiatas produk yang hampir sama adalah untuk mengidentifikasi merk-merk tepung terigu yang dikenal oleh konsumen. Pendekatan yang dilakukan untuk menganalisis kesadaran merek dengan menciptakan top of mind merk tepung terigu di benak konsumen.

Bab XII:

Jika merk yang populer ternyata belum tentu dikonsumsi dan merk yang tidak populer malah yang dikonsumsi, strategi pemasaran apalagi yang harus dilakukan agar merk yang populerlah yang tetap dikonsumsi?

Jawaban:

Strategi yang harus dilakukan agar merk populer tetap dikonsumsi yaitu dengan cara melakukan persepsi harga di mata konsumen. Merk yang populer seharusnya menetapkan harga yang bersaing dengan merk yang tidak populer sehingga masih dapat terjangkau oleh konsumen untuk dikonsumsi.

Bab XIII:

Hasil analisis menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang nyata antara persepsi harga dengan merk yang dikonsumsi. Selain itu, juga tidak ditemukan hubungan yang nyata antara persepsi persepsi popularitas dengan persepsi harga dan antara persepsi harga dengan persepsi kualitas. Jadi, apakah persepsi harga menjadi tidak penting? Bagaimana hal tersebut bisa dijelaskan?

Jawaban:

Persepsi harga tetap merupakan hal yang penting,namun belum tentu menunjukkan suatu produk tersebut berkualitas. Seperti contoh Teh Lipton, bagi konsumen merupakan produk yang harganya jauh lebih rendah dibandingkan Teh SariWangi namun dari segi kualitas dan rasa sebenarnya Lipton lebih bagus dibandingkan SariWangi.

                Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terjadi sangat pesat di era globalisasi. Pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management) menjadi salah satu metode meningkatkan produktivitas suatu organisasi, perusahaan atau instansi. Oleh karena itu dibutuhkan Sharing Knowledge Capability. Di bawah ini merupakan salah satu bentuk Sharing Knowledge Capability dalam penetapan usaha bisnis pada mata kuliah Manajemen Pemasaran MB-IPB.

Sharing Knowledge Capability Pembuatan Bisnis PlanPDF TOMP

 

 

Analisis Ekuitas Merek Berbagai Coklat

Coklat merupakan salah satu makanan yang sangat disukai semua golongan usia. Terdapat dua perusahaan besar  yang berhasil mengembangkan coklat dengan berbagai varian rasa yang di Amerika Serikat yaitu Hershey dan Mars. Dimana sebagian orang akan mengalami kesulitan dalam membedakan perusahaan coklat terbaik kecuali dengan membuka pembungkusnya. Hershey adalah peruashaan yang go publik yang memperoleh keuntungan setahun 90% dari 4 miliyar di Amerika Serikat. Mars merupakan perusahaan pribadi dan perusahaan multi nasional yang mampu bersaing dengan perusahaan besar, dengan keuntungan yang diperolehnya sebsesar 19 miliar dollar dari seluruh dunia.

Dalam menganalisis ekuitas merek dilakukan lima komponen ekuitas merek yaitu:

  • Kesadaran merek (brand awareness)

Analisis ini bertujuan mengidentifikasi merek-merek  permen kembang gula yang dikenal oleh konsumen. Merek yang paling banyak dikenal konsumen mengidentifikasi bahwa merek tersebut memiliki tingkat kesadaran merek yang tinggi di benak konsumen. Berdasarkan video dari “chocolate wars” menunjukkan bahwa konsumen lebih mengenal permen kembang gula bermerek M&M karena produk ini telah dikenal di 100 negara dan merupakan perusahaan merek permen terbesar.

  • Asosiasi merek

Asosiasi merek menunjukkan kesan, persepsi, sikap dan citra terhadap suatu merek yang dimiliki oleh konsumen. Perusahaan Mars dimata konsumen mencitrakan perusahaan kembang gula yang menghasilkan jutaan rasa sedangkan Hershey mencerminkan perusahaan yang menghasilkan coklat susu.

  • Persepsi kualitas

Persaingan yang cukup ketat antara kedua perusahaan coklat besar yaitu Hershey dan Mars membuat konsumen pencinta coklat binggung dalam menentukan kualitas coklat terbaik kecuali mencicipi terlebih dahulu. Coklat Hershey lebih menitikberatkan pada coklat klasik bar yang bernama Hersley Bars sedangkan perusahaan Mars menitikberatkan pada M&M

  • Loyalitas merek

Ketergantungan konsumen terhadap suatu merek yang dikonsumsi atau dibeli. Perusahaan Hershey adalah perusahaan penghasil coklat pertama yang berasal dari Amerika Serikat, dimana pada mulanya perusahaan ini lebih menghasilkan rasa susu yang masam dalam coklat. Namun hal ini masih bisa diterima karena masyarakat Amerika Serikat lebih mencintai produk dalam negeri.

Pesaing dari Smith and Nephew (S&N) adalah Brown dan Serra . Dimana kelebihan produk S&N dibandingkan dengan produk pesaingnya yaitu lebih fokus ke produk Healthcare terutama untuk produk orthopaedics dan trauma (untuk osteoporosis, trauma implants, yang memberikan kontribusi 26% dari total penjualan), endoscopy (pengobatan untuk lutut dan bahu arthroscopy, dimana produk ini akan memberikan kontribusi 18% dari total penjualan), dan consumer healthcare (17% dari total penjualan). Produk yang dihasilkan S&N dapat menyembuhkan luka dengan cepat, dan lebih aman. Sedangkan kelemahan dari S&N adalah harga produk yang masih tergolong tinggi karena jumlah produksi yang masih terbatas. Dimana untuk mengatasinya S&N bekerjasama dengan rumah sakit, klinik di bantu dengan rekomendasi dari dokter dalam memasarkan produk.

by Noviyanti Elizabeth

Based on Lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc.

Marketing class R46 Master of Management and Bisnis Bogor Agriculture Univesity (Institut Pertanian Bogor-IPB) Indonesia

Pada perkuliahan pemasaran hari ini ( 24 Agustus 2011), mempelajari pengenalan CEO dari dua perusahaan besar di dunia yaitu

a. Jeffrey Robert “Jeff” Immelt adalah CEO General Electric sejak tahun 2000. Jeff dikenal sebagai GE Healthcare.

Jeff menyatakan bahwa inovasi adalah kunci keberhasilan GE dibutuhkan keberanian dan keyakinan penuh untuk bertindak

b. Irene Rosenfield adalah CEO Kraft Foods sejak tahun 2006. Majalah Forben memberikan gelar kepada Irene sebagai “100 Wanita Paling Kuat” dan sebagai “50 Wanita Paling Berpengaruh dalam Bisnis”  dari majalah Fortune.

Irene memandang bahwa diferensiasi produk menghasilkan kepuasan selera konsumen

 

STRATEGY PRODUCT

by Noviyanti Elizabeth

Base on Lecture by Prof Dr.Ir.Ujang Sumarwan, MSc.

Marketing class R46 Master of Management and Bisnis Bogor Agriculture Univesity (Institut Pertanian Bogor-IPB) Indonesia

Marketing (pemasaran) adalah seni dalam memasarkan produk. Adapun konsep inti pemasaran dimulai dari adanya keinginan (needs) dan kebutuhan (wants) yang akan menghasilkan permintaan (demand) dari produk. Positioning permintaan produk yang diinginkan menjadi target pasar, karena peminat produk adalah pasar. Positioning produk meliputi jenis produk (product), harga produk (price), lokasi produk (place), dan promosi produk (promotion). Pemasaran produk yang ditawarkan kepada konsumen beraneka ragam seperti tempat (Bali menjadi tujuan utama tempat wisata di Indonesia), event, pengalaman, organisasi, ide, orang, properti, jasa, dan informasi.

Durabilitas merupakan komponen kunci dari kualitas produk. Dimana pelanggan, memiliki harapan yang besar mengenai berapa lama produk itu dapat bertahan dan seberapa baik produk bertahan pada penggunaan normal. Durabilitas adalah sumber keuntungan yang umum dalam permintaan industri dalam penggunaan produk. Kegagalan dalam menemukan keinginan pelanggan yang besar, mengenai durabilitas akan menemui kesulitan untuk menarik pelanggan baru serta mempertahankan pelanggan lama.

Jasa sebagaimana juga produk, dapat menjadi sumber yang penting untuk diferensiasi ketika berada pada posisi yang strategis. Adapun dimensi jasa yang perlu dikembangkan meliputi perhatian yang diberikan kepada pelanggan secara individu (customer empathy), kemudahan menghasilkan produk (proses), serta bagaimana membuat konsumen nyaman saat menggunakan produk (physical evidencea). Salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan dalam kualitas jasa adalah service reability (kemampuan untuk memenuhi servis yang dijanjikan, dapat diandalkan, dan akurrat), yang kedua adalah personal service (proses membuat kualitas servis yang sama bagi pelanggan dimanapun berada). Dalam pemasaran, kompetisi menjadi inti permasalahan baik dari segi merk (brand), industri, formulasi, maupun hal umum (generic). Kompetisi inilah yang mendorong terciptanya kreativitas. Tanpa adanya kompetisi maka baik produk dan jasa yang dihasilkan akan mengalami stagnasi.

Disusun oleh : Noviyanti Elizabeth Silaen

 

Saat ini penggunaan komputer telah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya komputer digunakan sebagai alat perhitungan aritmatika. Komputer berasal dari bahasa latin “to compute” yang berarti alat hitung. Salah satu mesin hitung pertama yang di desain oleh Charles Babbage disebut mesin analitikal.

Secara garis besar sistem komputer dibagi atas 3 bagian, dan seluruh bagian ini saling berkaitan satu sama lain. Adapun bagian tersebut adalah input device, process device, dan output device. Pada process device terdapat beberapa alur kerja seperti skema dibawah ini (www.copyilmuanda.co).

Dalam dunia komputer, ouput device merupakan alat komunikasi yang digunakan antara si pengguna dan komputer tersebut. Output device adalah peralatan yang digunakan untuk melihat atau memperoleh hasil pengolahan data/perintah yang telah dilakukan oleh komputer. Selain itu, output device dapat diartikan sebagai peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU ke dalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Jenis dan media dari output device yang dimiliki oleh komputer cukup banyak.

Visual Display merupakan media pertama, dimana output yang ada akan disajikan melalui suatu alat yang bentuknya mirip dengan televisi. Pada saat ini, visual display sudah merupakan satu kesatuan dari sebuah komputer. Media kedua yang bisa digunakan sebagai output device adalah berupa kertas, dimana output yang dihasilkan akan berbentuk cetakan huruf ataupun pelbagai gambar. Media magnetik merupakan media ketiga yang bisa digunakan untuk menampung output komputer. Output yang ada akan disajikan dalam bentuk guratan-guratan magnetik yang bisa digunakan untuk menyimpan secara langsung hasil pemrosesan. Speaker merupakan media output yang berikut bagi komputer. Rekaman suara merupakan jenis output device yang dihasilkan oleh komputer generasi mutakhir dengan menggunakan pelbagai peralatan audio message. Media ini tidak dibahas dalam bab ini. Contoh-contoh output device :

a. Monitor

Salah satu output device yang sangat populer dalam sistem komputer adalah monitor. Seperti halnya layar televisi, monitor memiliki fungsi untuk menampilkan data dan informasi yang berguna bagi para pemakai komputer. Disamping itu, monitor juga berfungsi untuk melihat apakah data ataupun program yang akan dimasukkan kedalam komputer sudah dalam keadaan benar atau belum. Tipe-tipe monitor yang sudah dikenal adalah :

1. CGA (Color Graphic Adapter), menggunakan tipe monitor standar IBM yang mempunyai kualitas resolusi rendah. Monitor ini hanya mampu menampilkan 4 warna dalam mode grafis.

2. EGA (Enhanced Graphic Adapter), menggunakan tipe monitor yang tingkatannya di atas CGA. Monitor ini mampu menampilkan 16 warna dalam mode grafis.

3. EPGA (Enchanced Professional Graphic Adapter), monitor ini mampu menampilkan 256 warna pada mode grafis. Monitor ini disebut juga sebagai monitor PEGA atau PGA

4. VGA (Visual Graphic Adapter), menggunakan tipe monitor yang sekarang banyak digunakan. Gambar yang dihasilkan mempunya warna sampai jutaan. Mode grafisnya tampak lebih nyata di mata.

5. LCD (Liquid Crystal Display), dikenal sebagai monitor flat atau latar data dengan resolusi rendah, yang memiliki kemampuan menampilkan warna sampai jutaan. LCD menggunakan persenyawaan cair yang mempunyai struktur molekul polar dan diapit oleh dua elektode yang transparan (www.rudihd.wordpress.com).

 

 

b. Printer

Printer merupakan media output dari komputer yang bisa menghasilkan tulisan, gambar ataupun grafik didalam media kertas. Printer berdasarkan alat mekanik atau proses kerja yang digunakan, dibagi atas :

· Impact, printer secara bekerja dengan kertas dimana proses cetaknya dengan menggunakan jarum yang menghasilkan titik kotak (dot matrix).

· Non Impact, printer yang bekerja secara mekanik, yaitu penyemprotan, dan elektronik pada media cetaknya.

Berdasarkan pekembangan teknologinya printer dibagi atas :

· Daisy Wheel Printer

Printer jenis ini menggunakan kumpulan huruf yang tersusun dalam sebuah piringan. Oleh pemakai, piringan ini dapat diganti sesuai dengan jenis huruf yang diinginkan. Cara kerjanya relatif sangat lambat namun kualitas huruf yang ditampilkan sangatlah bagus. Kelemahan lainnya adalah, printer jenis ini tidak bisa digunakan untuk mencetak gambar ataupun grafik. Adapun mekanisme printer ini, saat mencetak piringan akan memutar sehingga posisi huruf yang dibutuhkan bisa tepat pada tempat yang dibutuhkan. Pada posisi seperti itu, palu/pemukul akan menekan huruf yang bersangkutan sehingga menyentuh pita (karbon) dan kemudian diteruskan ke atas kertas yang berada dibalik karbon/pita. Maka terjadilah pencetakan huruf demi huruf. Dikarenakan cara mencetak printer jenis ini berdasar huruf demi huruf, maka printer ini juga dikenal sebagai character-printer. Kecepatan cetaknya relatif lambat, yaitu berkisar 40 hing100 character per-second.

· Dot Matrix-Printer

Jenis ini disebut dengan “Dot Matrix” karena hasil cetakan dibentuk oleh hentakan jarum pada pita yang membentuk karakter berupa titik-titik yang beraturan. Oleh sebab itu, maka suara yang dihasilkan oleh printer jenis ini, jauh lebih besar dan kasar dibandingkan dengan jenis printer lainnya. Kehalusan hasil cetakan ditentukan oleh banyaknya jarum yang digunakan. Minimal jumlah jarum yang digunakan adalah 9 pin dan maksimal adalah 24
pin. Salah satu contoh printer yang menggunakan 9 pin adalah Epson LX-300 dan 800, sedangkan yang menggunakan 24 pin adalah LQ (Letter Quality) 1170 dan 2180. Bentuk printer jenis ini juga terdiri dari beberapa macam, ada yang hanya mampu mencetak dengan ukuran folio, dan ada pula yang mampu mencetak dengan ukuran double folio. Tinta yang digunakan adalah pita karbon.

  • Ink jet

Printer jenis ini menggunakan sistem yang berbeda dibanding dengan printer sebelumnya. Proses pencetakkannya menggunakan semprotan tinta (dimana proses penyemprotannya diatur oleh komputer) ke media cetak guna menghasilkan karakter ataupun gambar yang sesuai. Karena menggunakan teknik semprot, maka printer jenis ini sama sekali tidak menimbulkan suara/brisik seperti halnya printer-printer sebelumnya. Karena menggunakan resolusi cetak yang tinggi (minimal 300 dpi/dot per-inchie), maka hasil cetakkan printer jenis ini biasanya lebih bagus apabila dibanding dengan jenis printer sebelumnya, pada khususnya dalam menghasilkan gambar ataupun grafik. Kelemahan printer jenis ini diantaranya adalah, tidak bisa mencetak secara rangkap pada saat bersamaan. Contoh printer yang digunakan teknologi ink jet adalah Hp Deskjet, Cannon Buble jet.

  • Laser

Printer jenis ini memakai sistem yang hampir sama dengan sistem yang dipakai oleh mesin fotocopy, sehingga hasil cetakkannya jauh lebih rapi jika dibanding dengan printer-printer sebelumnya. Proses pencetakkannya dilakukan dengan memfokuskan gambar yang akan dicetak titik pertitik yang dilakukan oleh laser semi konduktor. Pada mesin fotocopy, pemfokusan gambar dilakukan oleh silinder yang berputar. Karena output yang dihasilkan sangat memuaskan, maka printer jenis laser jet sangat cocok digunakan oleh pelbagai percetakan. Selain itu, pilihan huruf yang dimiliki juga sangat beragam, demikian pula style ataupun bentuk dari huruf yang bersangkutan. Contoh printer yang digunakan teknologi laser adalah HP Laser jet 1000, 1010, 1020 (www.teknik-inforatika.com).

c. Plotter

Plotter secara prinsip memiliki fungsi yang sama dengan printer, yang membedakan secara umum adalah ukuran dan peruntukan dari plotter tersebut. Plotter mampu mencetak pada kertas dengan ukuran A0, dan biasanya digunakan untuk mencetak peta dan gambar ukuran besar lainnya. Plotter juga mengalami perkembangan yang cukup pesat, yang dimulai hanya dengan menggunakan pena sebagai alat cetak, hingga saat ini telah menggunakan inkjet dan bubuk tinta (Laserjet) (www.teknik-inforatika.com).


d. Speaker

Fungsi speaker pada komputer sama dengan fungsi speaker pada perangkat audio sistem. Perbedaan speaker pada komputer dengan perangkat audio sistem secara garis besar hanyalah pada ukurannya. Speaker pada komputer dibuat seefisien mungkin agar tidak terlalu memerlukan banyak tempat. Namun pada pengguna tertentu terkadang menghubungkan output sound mereka pada perangkat speaker lainnya untuk lebih memberikan kepuasan yang lebih (www.docs.google.com).


e. Headset

Headset adalah gabungan antara headphone dan mikrofon. Alat ini biasanya digunakan untuk mendengarkan suara dan berbicara dengan perangkat komunikasi atau komputer, misalnya untuk VoIP. Saat ini, teknologi headset sudah merambah ke dunia komunikasi khususnya teknologi telepon selular (www.id.wikipedia.org).

 

 

 

Dalam dunia komputer, ouput device merupakan alat komunikasi yang digunakan antara si pengguna dan komputer tersebut. Output device adalah peralatan yang digunakan untuk melihat atau memperoleh hasil pengolahan data/perintah yang telah dilakukan oleh komputer. Selain itu, output device dapat diartikan sebagai peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU ke dalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Jenis dan media dari output device yang dimiliki oleh komputer cukup banyak.

Visual Display merupakan media pertama, dimana output yang ada akan disajikan melalui suatu alat yang bentuknya mirip dengan televisi. Pada saat ini, visual display sudah merupakan satu kesatuan dari sebuah komputer. Media kedua yang bisa digunakan sebagai output device adalah berupa kertas, dimana output yang dihasilkan akan berbentuk cetakan huruf ataupun pelbagai gambar. Media magnetik merupakan media ketiga yang bisa digunakan untuk menampung output komputer. Output yang ada akan disajikan dalam bentuk guratan-guratan magnetik yang bisa digunakan untuk menyimpan secara langsung hasil pemrosesan. Speaker merupakan media output yang berikut bagi komputer. Rekaman suara merupakan jenis output device yang dihasilkan oleh komputer generasi mutakhir dengan menggunakan pelbagai peralatan audio message. Media ini tidak dibahas dalam bab ini. Contoh-contoh output device :

a. Monitor

Salah satu output device yang sangat populer dalam sistem komputer adalah monitor. Seperti halnya layar televisi, monitor memiliki fungsi untuk menampilkan data dan informasi yang berguna bagi para pemakai komputer. Disamping itu, monitor juga berfungsi untuk melihat apakah data ataupun program yang akan dimasukkan kedalam komputer sudah dalam keadaan benar atau belum. Tipe-tipe monitor yang sudah dikenal adalah :

1. CGA (Color Graphic Adapter), menggunakan tipe monitor standar IBM yang mempunyai kualitas resolusi rendah. Monitor ini hanya mampu menampilkan 4 warna dalam mode grafis.

2. EGA (Enhanced Graphic Adapter), menggunakan tipe monitor yang tingkatannya di atas CGA. Monitor ini mampu menampilkan 16 warna dalam mode grafis.

3. EPGA (Enchanced Professional Graphic Adapter), monitor ini mampu menampilkan 256 warna pada mode grafis. Monitor ini disebut juga sebagai monitor PEGA atau PGA

4. VGA (Visual Graphic Adapter), menggunakan tipe monitor yang sekarang banyak digunakan. Gambar yang dihasilkan mempunya warna sampai jutaan. Mode grafisnya tampak lebih nyata di mata.

5. LCD (Liquid Crystal Display), dikenal sebagai monitor flat atau latar data dengan resolusi rendah, yang memiliki kemampuan menampilkan warna sampai jutaan. LCD menggunakan persenyawaan cair yang mempunyai struktur molekul polar dan diapit oleh dua elektode yang transparan (www.rudihd.wordpress.com).

b. Printer

Printer merupakan media output dari komputer yang bisa menghasilkan tulisan, gambar ataupun grafik didalam media kertas. Printer berdasarkan alat mekanik atau proses kerja yang digunakan, dibagi atas :

· Impact, printer secara bekerja dengan kertas dimana proses cetaknya dengan menggunakan jarum yang menghasilkan titik kotak (dot matrix).

· Non Impact, printer yang bekerja secara mekanik, yaitu penyemprotan, dan elektronik pada media cetaknya.

Berdasarkan pekembangan teknologinya printer dibagi atas :

· Daisy Wheel Printer

Printer jenis ini menggunakan kumpulan huruf yang tersusun dalam sebuah piringan. Oleh pemakai, piringan ini dapat diganti sesuai dengan jenis huruf yang diinginkan. Cara kerjanya relatif sangat lambat namun kualitas huruf yang ditampilkan sangatlah bagus. Kelemahan lainnya adalah, printer jenis ini tidak bisa digunakan untuk mencetak gambar ataupun grafik. Adapun mekanisme printer ini, saat mencetak piringan akan memutar sehingga posisi huruf yang dibutuhkan bisa tepat pada tempat yang dibutuhkan. Pada posisi seperti itu, palu/pemukul akan menekan huruf yang bersangkutan sehingga menyentuh pita (karbon) dan kemudian diteruskan ke atas kertas yang berada dibalik karbon/pita. Maka terjadilah pencetakan huruf demi huruf. Dikarenakan cara mencetak printer jenis ini berdasar huruf demi huruf, maka printer ini juga dikenal sebagai character-printer. Kecepatan cetaknya relatif lambat, yaitu berkisar 40 hing100 character per-second.

· Dot Matrix-Printer

Jenis ini disebut dengan “Dot Matrix” karena hasil cetakan dibentuk oleh hentakan jarum pada pita yang membentuk karakter berupa titik-titik yang beraturan. Oleh sebab itu, maka suara yang dihasilkan oleh printer jenis ini, jauh lebih besar dan kasar dibandingkan dengan jenis printer lainnya. Kehalusan hasil cetakan ditentukan oleh banyaknya jarum yang digunakan. Minimal jumlah jarum yang digunakan adalah 9 pin dan maksimal adalah 24
pin. Salah satu contoh printer yang menggunakan 9 pin adalah Epson LX-300 dan 800, sedangkan yang menggunakan 24 pin adalah LQ (Letter Quality) 1170 dan 2180. Bentuk printer jenis ini juga terdiri dari beberapa macam, ada yang hanya mampu mencetak dengan ukuran folio, dan ada pula yang mampu mencetak dengan ukuran double folio. Tinta yang digunakan adalah pita karbon.

  • Ink jet

Printer jenis ini menggunakan sistem yang berbeda dibanding dengan printer sebelumnya. Proses pencetakkannya menggunakan semprotan tinta (dimana proses penyemprotannya diatur oleh komputer) ke media cetak guna menghasilkan karakter ataupun gambar yang sesuai. Karena menggunakan teknik semprot, maka printer jenis ini sama sekali tidak menimbulkan suara/brisik seperti halnya printer-printer sebelumnya. Karena menggunakan resolusi cetak yang tinggi (minimal 300 dpi/dot per-inchie), maka hasil cetakkan printer jenis ini biasanya lebih bagus apabila dibanding dengan jenis printer sebelumnya, pada khususnya dalam menghasilkan gambar ataupun grafik. Kelemahan printer jenis ini diantaranya adalah, tidak bisa mencetak secara rangkap pada saat bersamaan. Contoh printer yang digunakan teknologi ink jet adalah Hp Deskjet, Cannon Buble jet.

  • Laser

Printer jenis ini memakai sistem yang hampir sama dengan sistem yang dipakai oleh mesin fotocopy, sehingga hasil cetakkannya jauh lebih rapi jika dibanding dengan printer-printer sebelumnya. Proses pencetakkannya dilakukan dengan memfokuskan gambar yang akan dicetak titik pertitik yang dilakukan oleh laser semi konduktor. Pada mesin fotocopy, pemfokusan gambar dilakukan oleh silinder yang berputar. Karena output yang dihasilkan sangat memuaskan, maka printer jenis laser jet sangat cocok digunakan oleh pelbagai percetakan. Selain itu, pilihan huruf yang dimiliki juga sangat beragam, demikian pula style ataupun bentuk dari huruf yang bersangkutan. Contoh printer yang digunakan teknologi laser adalah HP Laser jet 1000, 1010, 1020 (www.teknik-inforatika.com).

c. Plotter

Plotter secara prinsip memiliki fungsi yang sama dengan printer, yang
membedakan secara umum adalah ukuran dan peruntukan dari plotter tersebut. Plotter mampu mencetak pada kertas dengan ukuran A0, dan biasanya digunakan untuk mencetak peta dan gambar ukuran besar lainnya. Plotter juga mengalami perkembangan yang cukup pesat, yang dimulai hanya dengan menggunakan pena sebagai alat cetak, hingga saat ini telah menggunakan inkjet dan bubuk tinta (Laserjet) (www.teknik-inforatika.com).

d. Speaker

Fungsi speaker pada komputer sama dengan fungsi speaker pada perangkat audio sistem. Perbedaan speaker pada komputer dengan perangkat audio sistem secara garis besar hanyalah pada ukurannya. Speaker pada komputer dibuat seefisien mungkin agar tidak terlalu memerlukan banyak tempat. Namun pada pengguna tertentu terkadang menghubungkan output sound mereka pada perangkat speaker lainnya untuk lebih memberikan kepuasan yang lebih (www.docs.google.com).

e. Headset

Headset adalah gabungan antara headphone dan mikrofon. Alat ini biasanya digunakan untuk mendengarkan suara dan berbicara dengan perangkat komunikasi atau komputer, misalnya untuk VoIP. Saat ini, teknologi headset sudah merambah ke dunia komunikasi khususnya teknologi telepon selular (www.id.wikipedia.org).

DAFTAR PUSTAKA

http://docs.google.com (18 mei 2011)

http://www.copyilmuanda.co.cc/2010/05/dasar-dasar-perangkat-keras.html [18 Mei 2011]

http://rudihd.wordpress.com/2008/03/14/perangkat-keras-komputer-output-device [18 Mei 2011]

http://id.wikipedia.org/wiki/Headset [20 mei 2011]

http://teknik-informatika.com/perangkat-output-plotter/ [20 mei 2011]

Output devices

Output devices